hit tracker Kisah Pasangan Ibu-Anak Korban Erupsi Semeru yang Meninggal Berpelukan - techroki.com

Kisah Pasangan Ibu-Anak Korban Erupsi Semeru yang Meninggal Berpelukan

techroki.com – Hallo semlat datang kembali di web site ini yang selalu setia memberikan informasi kepada kalian semua.

Bencana alam erupsi Gunung Semeru masih menjadi luka mendalam bagi semua bangsa Indonesia.

Pihak berkenaan pun konsisten lakukan pengungsian, terutama melacak para korban yang barangkali masih terjebak di area terdampak.

Salah satunya yang sempat ramai di kalangan warganet adalah Rumini dan ibunya yang sudah lanjut usia, Salamah.

Keduanya ditemukan meninggal global didalam suasana berpelukan. Layaknya apa kisahnya?

Viral di Medsos

Berita itu pertama kali diunggah oleh akun Instagram @Bayugawtama. Ia merupakan salah satu relawan Semeru.

Di dalam unggahannya, ia tunjukkan potret jenazah ibu dan anak di dapur tempat tinggal mereka, berada didalam posisi berpelukan.

Tak pelak, unggahan itu pun langsung viral dan jadi perbincangan warganet.

Korban Reruntuhan Bangunan

Kedua jenazah itu adalah Rumini yang berusia 28 th dan ibunya yang berusia 70 th, Salamah. Keduanya ditemukan di dalam kondisi telah meninggal.

Yang membawa dampak banyak orang haru adalah keduanya ditemukan didalam posisi saling berpelukan di tempat dapur tempat tinggal.

Dua warga Desa Curah Konokan, Kecamatan Candipuro, ini adalah korban reruntuhan bangunan.

Ditemukan oleh Adik Ipar

Didalam suatu wawancara, adik ipar sang ibu, Legiman, mencoba ulang ke rumahnya untuk melacak dua kerabatnya, adik ipar dan ponakannya.

Ia pun sempat membongkar tempat tinggal yang didiami keduanya. Sehabis membongkar rontokan tembok dapur, Legiman mengaku memirsa suatu tangan.

Setelahnya, tempat tinggal pun dibongkar dan dibersihkan sampai pada akhirnya menemkan keduanya dan langsung membawanya ke tempat tinggal sakit.

Rumini Tidak Tega Tinggalkan Ibunya

Didalam wawancara itu, Legiman juga memberi tambahan klarifikasi mengenai kondisi yang berjalan ketika erupsi Gunung Semeru. Ia menuturkan bahwa ketika tersebut, seluruh orang lari ke luar tempat tinggal untuk menyelamatkan diri.

Tapi, ia menduga Salamah kesulitan untuk lari gara-gara ia diketahui tidak mampu berlangsung cepat, diduga dikarenakan faktor usia. Sang anak yang masih muda memilih untuk tinggal dan menemani ibunya.

Penutup

Terima kasih sudah membaca artikel ini hingga selesai. Jangan lupa untuk selalu membagikan web site ini kepada teman kalian dan selalu kunjungi techroki.com supaya tidak ketinggalan informasi terbaru lainnya berasal dari web site ini.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.